
JAKARTA--Samsung memperkenalkan spesies baru televisi LCD untuk pasar Indonesia. Ada tiga varian yang ditawarkan vendor asal Korea Selatan ini, yakni B8000, B7000, dan B6000. Ketiganya merupakan televisi LED (light emmiting diode).
''Samsung telah memelopori penemuan sebuah spesies baru pada pasar televisi yakni rangkaian TV LED Full HD. Produk ini akan mendefinisikan ulang standarisasi dalam kualitas menonton, home entertaintment, efisiensi dekorasi dan konsumsi listrik, '' kata Managing Director Samsung Electronics Indonesia, Park Hee Hong.
Televisi LED adalah televisi yang menggunakan emmiting diode sebagai sumber cahaya. Sementara untuk televisi tradisional, sumber pencahayaan berasal dari cold cathode fluorescent lamps (CCFL). Perbedaan sumber pencahayaan mengakibatkan perbedaan menyangkut rasio kontras.
Dengan LED, diperoleh rasio kontras yang lebih tinggi dibandingkan dengan CCFL. Rasio kontras sendiri menjadi salah satu elemen penting dalam menghasilkan tampilan prima di layar televisi.
Secara teknis kontras rasio seringkali dijadikan indikator untuk mengetahui kualitas suatu televisi. Karena semakin tinggi rasio kontras umumnya akan menghasilkan kualitas gambar yang lebih baik. Televisi dengan kontras rasio yang tinggi umumnya mampu menghasilkan kualitas gambar yang lebih detil.
LED juga memiliki kemampuan menghasilkan warna hitam yang lebih pekat, sementara warna putih tampil lebih tajam dan cerah serta mampu mengalahkan warna-warna terang yang lain. Karenanya LED dinilai sebagai suatu teknologi yang mampu menghadirkan gambar alamiah.
Pemanfaatan LED dalam batas-batas tertentu juga menawarkan kemudahan bagi para perancang televisi megembangkan produk-produk yang ramping. Rangkaian LED terbaru Samsung, misalnya memiliki ketebalan sekitar 3 cm. Sementara produk nonLED, umumnya memiliki ketebatalan di atas 5 cm.
LED juga mampu menghemat konsumsi listrik. Konsumsi listrik produk ini mengacu pada Energy Star 3. Teknologi LED mampu mengurangi konsumsi listrik hingga 40 persen dibandingkan dengan televisi tradisional diameter display yang sama.
Sekalipun secara teknis LED mampu menghasilkan gambar yang lebih baik, vendor seperti Samsung tetap memperkaya teknologi ini dengan berbagai fitur. Misalnya teknologi mega contrast yang dapat mengatur pencahayaan LED antara lain untuk menghasilkan gambar hitam pekat.
Untuk meningkatkan kualitas gambar Samsung juga memperkaya dengan auto motion plus untuk mengurangi efek kabur atau gambar berbayang. Bahkan untuk tipe B8000 dibenamkan pula teknologi 200Mhz motion plus yang mampu menghasilkan frame rate hingga 200 Mhz.
Frame rate ini --versi Samsung-- setara dengan empat kali frame rate televisi kompetitornya. Frame rate yang tinggi akan menghilangkan efek yang tidak jelas saat menampilkan gambar yang cepat atau penuh aksi. Karena belum diproduksi massal untuk mendukung kebutuhan mass market, televisi LED umumnya memiliki layar 40 inci ke atas.
Untuk tiga varian yang ditawarkan Samsung misalnya, ukuran layar terkecil 40 cm, paling lebar 55 inci. Harga jual berkisar antara Rp 29 juta - Rp 55 juta.
Copas : Republika






